Selasa, 11 April 2017

OBSERVASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN


 Observasi Mengenai Manajemen Kelas 
di SD Swasta Methodist-Antiokhia Pancur Batu
Kelompok 5:

BAB I
PENDAHULUAN
A.    PENGERTIAN
Pendidikan merupakan hal yang berperan penting dalam kehidupan kita.Pendidikan dikatakan berlangsung seumur hidup dan itulah yang menuntut kita untuk melalui pendidikan. Melalui pendidikan ini, kita di tuntun untuk menjalani proses pembelajaran.
Pembelajaran adalah pengaruh yang relatif permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir yang diperoleh melalui pengalaman.
Masa middle dan late childhood ( usia 16-12 tahun) disinilah masa pendidikan sekolah dasar dimulai. Pendidikan sekolah dasar ini merupakan awal sangat penting. Tingkat ini merupakan tingkat awal yang akan membentuk kita untuk siap masuk kepada transisi pendidikan selanjutnya. Terdapat dua pendekatan dalam pembelajaran yaitu Pendekatan Behavioral dan Pendekatan Kognitif Sosial.
1.      Landasan Teori
A.    Pendekatan Pembelajaran
Terdapat dua pendekatan untuk pembelajaran yang kami jadikan landasan teori, yaitu Pendekatan Behavioral dan Pendekatan Kognitif Sosial. Behaviorisme merupakan pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Pendekatan behavioral untuk pembelajaran ini terbagi menjadi dua, yaitu : Pengkondisian Klasik (Classical Conditioning) dan Pengkondisian Operan (Operant Conditioning). Pengkondisian klasik dan operan menekankan pada pembelajaran asosiatif (associative learning). Pengkondisian klasik itu sendiri merupakan bentuk pembelajaran asosiatif di mana stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan memunculkan kemampuan untuk mengeluarkan respons yang serupa, sedangkan pengkondisian operan merupakan bentuk pembelajaran di mana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan pada kemungkinan perilaku yang akan diulangi. Hukum efek (law effect) Thorndike menyatakan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti hasil negatif akan diperlemah. Sedangkan pengkondisian operan, di mana konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan terjadi, merupakan inti dari behaviorisme Skinner (1938).
Teori Kognitif Sosial (social cognitive theory) menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran.Faktor kognitif mungkin berupa ekspektasi murid untuk meraih keberhasilan; faktor sosial mungkin mencakup pengamatan murid terhadap perilaku orang tuanya. Proses pembelajaran yang berkontribusi pada teori kognitif sosial ini merupakan pembelajaran observasional. Pembelajaran Observasional disebut juga disebut imitasi atau modelling, adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.
B.     Motivasi
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku.Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. Perspektif psikologi menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda berdasarkan perspektif yang berbeda pula, terdapat 4 perspektif, yaitu : Behavioral, humanistis, kognitif dan sosial.
1.      Perspektif Behavioral
Perspektif behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid.Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku murid. Pendukung penggunaan insentif menekankan bahwa insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran,  dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak tepat.
2.      Perspektif Humanistis
Perspektif Humaniatis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka. Dan kualitas positif (seperti peka terhadap orang lain). Perspektif ini berkaitan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. Menurut hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut
*  Fisiologis : lapar, haus, tidur.
*  Keamanan (safety) : bertahan hidup, seperti perlindungan dari perang dan kejahatan.
*  Cinta dan rasa memiliki : keamanan (safety), kasih sayang, dan perhatian dari orang lain.
*  Harga diri : menghargai diri sendiri.
*  Aktualisasi diri : realisasi potensi diri.
3.      Perspektif Kognitif
Menurut perspektif kognitif,  pemikiran murid akan memandu motivasi mereka.  Belakangan ini muncul minat besar pada motivasi menurut perspektif kognitif.  Minat ini berfokus pada ide-ide seperti motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka (persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan,  terutama perspesi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi),  dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereka secara efektif.
4.      Perspektif Sosial
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman Ini membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab. Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat,  keterikatan mereka dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.
Bentuk motivasi ada dua yaitu : Motivasi Instrinsik dan Motivasi Ekstrinsik. Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri), Misalnya, murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senang ada mata pelajaran yang diujikan itu. Sedangkan Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk medapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan), motivasi ini sering juga dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti punishment dan reward.
Carol Dweck dan rekannya (Dweck, 2002., Henderson dan Dweck, 1990., Dweck dan Leggett, 1988) telah menemukan bahwa anak menunjukkan dua respon yang berbeda terhadap tantangan atau situasi yang sulit, yaitu : orientasi untuk menguasai (mastery orientation), orientasi tak berdaya (helpless orientation). Anak dengan orientasi untuk menguasai akan fokus pada tugas ketimbang pada kemampuan mereka, punya sikap positif dan menciptakan strategi berorientasi solusi yang meningkatkan kinerja mereka. Sedangkan anak dengan orientasi tak berdaya berfokus pada ketidakmampuan pada personal mereka, seringkali mereka mengatributkan kesulitan mereka pada kurangnya kemampuan, dan menunjukkan sikap negatif (termasuk kejemuan dan kecemasan).
C.    Teori Vygotsky
Menurut Vygotsky, anak menggunakan pembicaraan bukan saja untuk komunikasi sosial, tetapi juga untuk membantu mereka menyelesaikan tugas. Lebih jauh Vygotsky yakin bahwa anak pada usia dini menggunakan bahasa untuk merencanakan, membimbing, dan memonitor perilaku mereka. Vygotsky mengatakan bahwa bahasa dan pikiran pada awalnya berkembang terpisah dan kemudian menyatu. Anak harus menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain sebelum mereka dapat memfokuskan ke dalam pikiran-pikiran mereka sendiri. Anak juga harus berkomunikasi secara eksternal dan menggunakan bahasa untuk jangka waktu ayng lama sebelum mereka membuat transisi dari kemampuan bicara eksternal menjadi internal.
Pada dasarnya, teori-teori Vygotsky didasarkan pada tiga ide utama: (1) bahwa intelektual berkembang pada saat individu menghadapi ide-ide baru dan sulit mengaitkan ide-ide tersebut dengan apa yang mereka telah ketahui; (2) bahwa interaksi dengan orang lain memperkaya perkembangan intelektual; (3) peran utama guru adalah bertindak sebagai seorang pembantu dan mediator pembelajran siswa.
Menurut teori Vygotsky, Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potential development, dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya.Batas bawah dari ZPD adalah tingkat keahlian yang dimiliki anak yang bekerja secara mandiri.
Scaffoldingialah perubahan tingkat dukungan.Scaffolding adalah istilah terkait perkembangan kognitif yang digunakan Vygotsky untuk mendeskripsikan perubahan dukungan selama sesi pembelajaran, dimana orang yang lebih terampil mengubah bimbingan sesuai tingkat kemampuan anak.Vygotsky memandang anak-anak kaya konsep tetapi tidak sistematis, acak, dan spontan. Dalam dialog, konsep-konsep tersebut dapat dipertemukan dengan bimbingan yang sistematis, logis dan rasional.
D.    Perkembangan pada Anak
Mulai anak umur 6 tahun, anak sudah matang untuk masuk sekolah. Masa anak sekolah adalah usia 6-12 tahun, pada masa ini anak memasuki masa belajar didalam dan diluar sekolah.
            Banyak aspek perilaku dibentuk melalui penguatan (reinforcement) verbal keteladanan dan identifikasi (Ahmadi, 2005: 70):
a.       Perkembangan Intelektual
Anak sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual atau melaksanakan tugas-tugas belajar menurut kemampuan intelektual atau kemampuan kognitifnya.
b.      Perkembangan Bahasa
Usia SD merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai pembendaharaan bahasa (Vocabulary).
c.       Perkembangan Sosial
Anak mulai memiliki kesanggupan menyesuaikan diri (egosentris) kepada yang kooperatif (bekerja sama) atau sosientris (mau memperhatikan kepentingan orang lain sehingga diterima menjadi anggota kelompok).
d.      Emosi
Anak mulai sadar bahwa pengungkapan kata-kata kasar tidak diterima di masyarakat.Jadi, dia mulai belajar untuk mengkontrol emosinya dalam bergaul.
e.       Moral
Anak mulai mengenal konsep moral (mengenai benar dan salah atau baik buruk) pertama kali dalam diri keluarga.
f.       Perkembangan Penghayatan Keagamaan
Usia SD merupakan masa pembentukan nilai-nilai agama sebagau kelanjutan dari periode sebelumnya. Kualitas keagamaan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan atau pendidikanyang diterimanya.
g.      Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik anak SD sudah dapat terkoordinasi dengan baik.Hal ini ditandai dengan kelebihan gerak aktivitas motorik yang lincah. Oleh karena itu, usia ini merupakan amsa ideal untuk belajar keterampilan yang berkaitan dengan motorik. Contohnya: menggambar, melukir, mengetik(computer), dll (Yusuf,2005:56)
E.     Pendidikan pada Anak
Psikologi pendidikan anak berbeda-beda disetiap tahap usia. Psikologi pendidikan anak usia SD tentu saja berbeda dengan psikologi pendidikan anak usia dini ataupun anak-anak pada jenjang pendidikan diatas sekolah dasar. Untuk memahami psikologi pendidikan anak usia sekolah dasar dapat mulai dengan memahami karakteristik anak yang duduk di jenjang pendidikan dasar ini.
Berikut ini adalah karakteristik yang umu dimili anak usia SD, yaitu:
a.       Senang bergerak
Berbeda dengan orang dewasa yang betah duduk berjam-jam, anak anak usia SD lebih senang bergerak. Anak-anak usia ini dapat duduk dengan tenang maksimal sekitar 30 menit.
b.      Senang bermain
Dunia anak memang dunia bermain yang penuh kegembiraan, demikian juga dengan anak-anak usia sekolah dasar, mereka masih sangat senang bermain. Apalagi anak-anak SD kelas rendah.
c.       Senang melakukan sesuatu secara langsung
Anak-anak usia SD akan lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan guru jika ia dapat mempraktikkan sendiri secara langsung pelajaran tersebut.
d.      Senang bekerja dalam kelompok
Pada usia SD, anak-anak mulai intens bersosialisasi. Pergaulan dengan kelompok sebaya, akan membuat anak usia SD bias belajar banyak hal, misalnya setia kawa, bekerja sama, dan bersaing secara sehat.
2.      LAPORAN OBSERVASI
A.    Alat dan Bahan
·       Buku Tulis
·       Alat Tulis
·       Kamera
·       Handphone
B.     Analisa Data
Data diperoleh secara langsung pada lembaga pendidikan sekolah yang telah ditentukan pada saat awal penelitian. Data yang telah diperoleh tersebut akan diolah sesuai dengan teori pembelajran observasional.
Metode yang akan kami gunakan untuk memperoleh data ialah sebagai berikut:
a.       Observasi
Untuk mendapat data pada saat penelitian, kami menggunakan metode observasi secara langsung yaitu dengan mendatangi sekolah Methodist-an Pancur Batu untuk mengamati kegiatan proses pembelajaran siswa/i kelas 4 dan kelas 5 serta proses pengajaran gutu SD Methodist-an Pancur Batumulai dari awal proses pembelajaran disekolah hingga berakhirnya proses pembelajaran. Dan kami berfokus pada manajemen kelas.
b.      Wawancara
Kami dari setiap perwakilan kelas melakukan pengambilan sampel dengan cara memilih secara random untuk diwawancara tentang pemahaman mereka atas materi yang disampaikan oleh gurunya.
C.    Identitas Sekolah
Nama sekolah        : SD Methodist-an Pancur Batu
Alamat sekolah      :Jl.Letjen Jamin Ginting No.36,BARU,Kec.PancurBatu,    Kab.Deli Serdang Prop. Sumatera Utara.
Uraian Aktivitas Observasi
Hari Pelaksanaan         : Sabtu,
Waktu Pelaksanaan     : 12.00 – 15.00
Pembagian Tugas        : Setiap anggota mengamati perilaku siswa dan guru
Objek Observasi
Objek yang menjadi observasi dalam tugas ini adalah beberapa siswa/I dari kelas 4 dan kelas 5 Sekolah Mehodist-an Pancar Batu.


BAB II
SISTEMATIS PENELITIAN
2.1 PELAKSANAAN
Sekolah yang menjadi tempat pengambilan data kami adalah Sekolah SD Mehodist-an Pancar Batu yang bertempat di Jl. Jamin Ginting, No 36, Pancurbatu, Baru, Deli Serdang, Sumbul, Sinembah Tj. Muda Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20353. Berikut adalah susunan pelaksanaan kegiatan kami:
No.
Kegiatan
Tanggal
1.
Permohonan surat izin dari fakultas
11 Maret 2017
2.
Diskusi pemilihan objek penelitian (manajemen kelas)
11 Maret 2017
3.
Diskusi perencanaan observasi
11 Maret 2017
4.
Meminta izin dan memperoleh izin dari Sekolah SD Mehodist-an Pancar Batu
12 Maret 2017
5.
Observasi
18 Maret 2017
6.
Pengolahan data
4 April 2017
7.
Diskusi kelompok
7 April 2017
8.
Posting blog
11 April 2017
BAB III
LAPORAN DAN EVALUASI DATA
3.1  LAPORAN
3.1.1 Sistematika Observasi
            Kami melakukan kegiatan observasi pada hari Sabtu, 18 Maret 2017 di sekolah SD Methodist-Antiokhia Pancur Batu. Sampel yang akan kami teliti ada 4 kelas dan berasal dari 2 tingkatan yang berbeda. Kelas yang kami obervasi adalah kelas IV Kaleb, IV Musa, V Musa, dan V Daniel. Para siswa masuk pukul 12.30 WIB, namun mereka tidak langsung memulai pelajaran mereka. Mereka melakukan ibadah selama setengah jam. Baru pada pukul 13.00 WIB proses belajar mengajar dimulai. Observasi kami lakukan kurang lebih selama 120 menit. Ditengah-tengah observasi kami mengambil sampel secara random untuk diwawancara mengenai pemahamannya atas materi yang diberikan oleh guru mereka.
Berikut adalah hasil observasi dari masing-masing kelas :
a)      Kelas IV Kaleb
ü  Jumlah siswa pada kelas tersebut ada 39 orang dimana posisi duduk mereka dibagi menjadi 8 kelompok kecil sehingga dalam satu kelompok kurang lebih berisi 5 anak.
ü  Gaya penataan bangku adalah perpaduan antara klaster dan tatap muka.
ü  Sebelum mereka memulai pelajaran tidak lupa mereka memberi salam kepada guru lalu beribadah. Di sela-sela waktu ibadah, suasana kelas masih kondusif. Lalu salah seorang siswa maju kedepan untuk memberikan pertanyaan seputar topik ibadah mereka. Bagi siswa yang bisa menjawab akan disuruh untuk maju kedepan kelas lalu akan diberikan reward berupa permen.
ü  Metode pengajaran di kelas ini adalah Teacher Oriented dimana guru  yang berpegang penuh dalam pemberian materi.
ü  Proses belajar mengajar dimulai setelah ibadah selesai. Sebelum guru memberikan materi, guru meminta murid untuk mengumpulkan tugas yang diberikan minggu lalu.
ü  Ditengah-tengah proses belajar mengajar ada sedikit masalah dimana ada dua siswa yang bertengkar, namun guru tersebut masih bisa mengendalikan keadaan tersebut.
ü  Pada saat guru memberikan materi keadaan kelas mulai tidak kondusif karena perlahan-lahan anak-anak tersebut fokus pada kesibukannya masing-masing namun masih dapat dikendalikan oleh guru. Namun saat sudah ditengah pelajaran para murid sudah mulai bosan sehingga mereka sudah mulai gelisah dan membuat kebisingan yang membuat guru sedikit bingung untuk mengendalikan kelas. Akhirnya guru tersebut berinisiatif untuk menyuruh para murid mengerjakan latihan. Lalu sebelum kelas berakhir, guru mengambil kesempatan untuk bermain games yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diajarkan agar para murid tidak bosan.
ü  Kami mengambil sampel sebanyak 10 orang untuk diwawancara seputar materi yang diajarkan oleh guru tersebut dan mereka menyatakan bahwa mereka memahaminya.
ü  Keadaan kelas sedikit gelap dan panas. Mungkin itu bisa menjadi faktor mengapa anak murid menjadi gelisah ditengah-tengah pelajaran karena kondisi kelas yang tidak nyaman. Namun kelas tersebut bersih dan tidak ada sampah yang menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar dikelas tersebut.
ü  Keadaan diluar kelas lumayan kondusif sehingga tidak mengganggu kelas yang kami observasi.
b)     Kelas IV Musa
ü  Sama seperti kelas IV Kaleb sebelum memulai pelajaran mereka melakukan ibadah dan juga ada sesi pertanyaan seputar materi ibadah. Dan bagi siapa yang bisa menjawab akan diberikan reward.
ü  Dalam proses belajar, guru memberi instruksi kepada siswa untuk membuka buku.
ü  Metode pembelajaran dikelas ini adalah Teacher Oriented karena guru yang berpegang penuh dalam pemberian materi.
ü  Saat menyampaikan materi sesekali guru tersebut mengajukan pertanyaan kepada murid baik itu dengan menunjuk siswa, ataupun menanyakan kepada seluruh siswa.
ü  Siswa dikelas ini cukup aktif namun itu membuat keadaan kelas menjadi kurang kondusif.
ü  Saat proses belajar mengajar berlangsung, guru dan murid juga membahas PR siswa pada minggu sebelumnya. Lalu guru juga memberikan tugas kepada siswa untuk menguraikan materi yang sudah mereka bahas tadi. Dan tidak lupa memberi kuis singkat. Namun ada juga beberapa siswa yang belum sempat menyelesaikan tugas dan tidak dapat pertanyaan dari gurunya.
ü  Kami mengambil sampel sebanyak 4 orang dari kelas ini. Sebagian besar dari mereka sudah bisa memahami materi yang diberikan oleh guru mereka.
c)      Kelas V Yesaya
ü  Kelas tetap dimulai dengan ibadah terlebih dahulu.
ü  Di kelas tersebut sedang berlangsung kelas praktek bahasa inggris.
ü  Gaya penataan kelas berkelompok (Klaster)
ü  Siswa dikelas tersebut berinteraksi dengan guru dengan baik.
ü  Guru memberlakukan sistem point, dimana point tersebut mempengaruhi nilai.
ü  Diterapkann juga sistem less point yaitu mengurangi point apabila murid berbuat perlakuan negatif seperti ribut, ataupun mengganggu murid lain.
ü  Diterapkan sistem add point bagi siswa yang sudah melakukan hal yang baik seperti berpakaian rapi, tidak berisik, atau melakukan hal terpuji seperti memimpin doa.
ü  Interaksi antar guru dan siswa sangat kompak. Tidak ada rasa canggung.
ü  Guru mempraktekan dan mengajarkan cara membuat es coklat dengan baik dan ditiru murid dengan baik pula.
ü  Kelas ditutup dengan doa.
d)     Kelas V Daniel
ü  Kelas tetap dimulai dengan ibadah terlebih dahulu.
ü  Gaya penataan kelas adalah tatap muka karena setiap  meja berhadapan dan dikelompokkan.
ü  Situasi kelas bersih namun agak sedikit ribut karena para murid yang aktif dan juga berdekatan dengan kelas lain sehingga suara dari kelas lain dapat terdengar ke kelas tersebut. Para siswa juga banyak yang sibuk denga kegiatan masing-masing sehingga bisa dinyatakan bahwa keadaan kelas sangat tidak kondusif.
ü  Guru menerapkan sistem reward dan punishment dalam pengumpulan tugas. Guru juga menyuruh siswa yang tidak mengerjakan tugas untuk maju kedepan dan guru bertanya pada mereka apa alasan mereka tidak mengerjakan tugas.
ü  Terjadi interaksi yang kurang baik antara guru dan murid. Dapat dilihat dari banyaknya murid mengajukan pertanyaan langsung kepada guru karena antusias dengan materi yang disampaikan. Tetapi guru dikelas tersebut tidak terlalu peduli dengan keadaan kelas yang tenang atau tidak, guru tersebut hanya fokus pada penyampaian materi.
ü  Guru juga memberikan kesempatan kepada murid untuk menjelaskan materi kepada temannya.
ü  Pada saat proses pembelajaran terjadi, guru memberikan tugas kepada murid setelah materi diajarkan. Guru juga tetap mengontrol pekerjaan murid dikelas tersebut.
3.2  EVALUASI DATA
SD Methodist-An Pancur Batu yang kami observasi memiliki manajemen kelas yang cukup baik. Dimana tata ruang kelas yang baik, lingkungan sekolah dan ruangan kelas yang bersih dan cukup memadai dan fasilitas yang baik. Tetapi, ada hal-hal yang kami pikir memerlukan perhatian. Seperti, guru masih kerap lemah dalam menguasai kelas. Hal ini berkaitan dengan adanya murid yang usil kepada murid lain dan juga murid yang berantam. Seharusnya murid tersebut diberikan hukuman agar memberikan efek jera kepadanya. Dan juga kelas yang terlalu rapat dan dinding bangunan yang tidak terlalu tebal menyebabkan keributan yang di timbulkan oleh sebuah kelas memberikan gangguan (suara bising) ke kelas lainnya.
3.3 TESTIMONI OBSERVASI
KELAS IV KALEB
1.      Narulita Desi (16-177)
Observasi ke sekolah adalah pengalaman yang baru untuk saya. Saya bisa berjumpa dengan orang-orang baru, saya dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan orang baru, dan mengajarkan kepada saya untuk membuat perencanaan yang baik ketika ingin melakukan sesuatu.
2.      Winika Deliana (16-193)
Menurut saya kelas yang saya masuki belum terlalu kondusif. Masih banyak siswa yang jalan-jalan kesana kemari dan guru belum bisa mengatur murid sepenuhnya. Bahkan saat siswa sudah diberi sanksi oleh guru mereka seperti tidak mempedulikannya. Tapi ketika saya tanya tentang pelajaran mereka cukup mengerti tentang materi yang diberikan guru mereka. Mereka juga semangat ketika guru mereka mengajak mereka bermain games ditengah-tengah proses belajar mengajar. 
Tapi secara keseluruhan saya sangat menikmati observasi tersebut. Karena saya bisa sekalian belajar bagaimana cara mengendalikan kelas dengan baik dan benar, bagaimana cara menghadapi siswa, dan bagaimana cara mengajar yang baik dan benar.
KELAS IV MUSA
3.      Wina Audina (16-230)
            Keadaan kelas yang saya masuki tidak terlalu kondusif, ada anak yang tidak mengerjakan tugas dan ada juga yang tidak membawa buku. Ada juga siswa yang memukul-mukul meja dan berjalan-jalan di kelas. Saat kelas sedang membahas pelajaran si guru menyuruh siswa untuk kondusif dan kembali ke masing-masing tempat ada yang mendengarkan tetapi ada juga yang tetap melanjutkan kegiatan nya. Kemudian guru nya memberikan tugas yang harus dikumpulkan hari itu juga, jika tidak selesai siswa tidak diperbolehkan menggunakan jam istirahat. Beberapa saat setelah guru tersebut memberikan tugas, para murid yang tadi tidak kondusif kembali ke tempat duduk nya masing-masing dan mengerjakan tugas. Sebelum pelajaran berakhir, saya melakukan sesi tanya jawab dengan 4 orang siswa mengenai pelajaran hari itu. Ada siswa yang mengerti dengan pelajaran tersebut dan ada juga yang tidak menegerti, terkhusus siswa yang tidak membawa buku pelajaran.
Setelah melakukan observasi saya mendapatkan pengalaman yang sangat bermanfaat dan saya juga menikmati kegiatan observasi yang kelompok saya lakukan.
4.      Dwifarilan Filadelfia S (16-213)
Melakukan observasi terjun langsung ke sekolah, ini adalah yang pertama kali bagi saya. Ini adalah pengalaman baru yang memberikan banyak pelajaran bagi sayaa. Saya tidak menyangka secepat ini saya melakukan observasi ke sekolah. Saya sangat senang melakukan observasi ini bersama-sama dengan kelompok sayaa. Mendapat banyak pelajaran , bisa menyesuaikan diri dengan anak-anak karena kebetulan kami ke sekolah dasar, dan berinteraksi dengan guru-guru di sekolah tersebut. Dan observasi ini sangat berguna mengasah daya analisa saya dimana saya berpedoman pada teori yang telah dipelajari di mata kuliah psikologi pendidikan. Terimakasih saya ucapkan kepada dosen-dosen pengampu yang telah memberikan saya banyak pelajaran dan memperoleh pengalaman baru.
KELAS V DANIEL
5.      Ruth Tampubolon (16-192)
Menurut saya tugas observasi ke sekolah sangat menyenangkan, karena saya banyak dapat pengalaman baru dan saya dapat berinteraksi dengan orang orqang baru juga. Terimakasih kepada dosen mata kuliah psikologi pendidikan yang sudah memberikan tugas ini.
6.      Prima Nikita (16-181)
Saya sangat berkesan dengan tugas observasi sekolah ini. Karna dari sini saya belajar banyak, tentang hal bagaimana saya bisa menempatkan diri saya kepada anak anak kecil dan ini menjadi pelajaran baik yang saya dapatkan di semester 2 di Psikologi.
KELAS V YESAYA
7.      Esther Pasaribu (16-183)
Saya sangat senang sekali bisa melakukan observasi di sd methodist-An Pancur Batu. Saya bisa mengetahui sistem pembelajaran dan tata ruang yang lebih bervariasi
8.      Ruthwany (16-215)

 Observasi yang saya lakukan sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi saya. Pada proses observasi yang kami lakukan banyak informasi atau pengetahuan yang saya dapatkan, saya dapat mengamati kegiatan belajar mengajar anak-anak, ada anak yanng kondusif juga ada anak yang tidak kondusif. Dan lebih banyak mengenal kegiatan apa saja yang mereka lakukan saat di sekolah.

3.4 DOKUMENTASI












DAFTAR PUSTAKA
Santrock, W. John.(2004). Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta: Prenadamedia Group.

Sabtu, 08 April 2017

Testimoni Perkuliahan Setengah Semester

Nama: Esther BR Pasaribu
Nim: 161301183
Kelas: Psikologi Pendidikan C

Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dalam mata kuliah Psikologi Pendidikan selama setengah semester ini. Mulai dari penjelasan kontrak perkuliahan , penjelasan setiap materi yang disampaikan oleh dosen yang berbeda-beda pula, hingga melakukan tugas observasi yang dimana kami lakukan di SD Methodist An- Pancur Batu. Para dosen pengampu juga sangat baik dan ramah dalam mengajar, setiap dosen  memiliki cara sendiri dalam proses belajar mengajar . 

Kami diberi tugas setiap kali penjelasan materinya selesai, lalu kebanyakan dari tugas itu akan di posting di blog , tetapi ada juga tugas yang tidak di post di blog , langsung di serahkan ke dosen atau di kirim melalui email. Melalui tugas itu secara tidak langsung kami mengingat kembali tentang materi yang sudah kami pelajari , sehingga kami menjadi lebih mengerti tentang materinya. Kami juga dibagi dalam kelompok, sehingga memudahkan kami untuk berdiskusi dalam pengerjaan tugas-tugas kami. Pengalaman yang paling saya senangi dan begitu menarik bagi saya adalah ketika melakukan observasi. Kelompok kami memilih melakukan observasi pada tingkat sekolah dasar , dan kami memutuskan melakukan observasi di SD Methodist An-Pancur Batu

Saya ucapkan banyak terimakasih kepada para dosen psikologi pendidikan , yang sudah memberikan saya pembelajaran dan pengalaman sampai saat ini. Semoga ilmu yang telah para dosen ajarkan dan telah saya terima , dapat saya terapkan di kehidupan saya sehari-hari dan semoga seluruh pelajaran yang sudah saya terima dapat membantu saya dalam memperoleh nilai UTS yang baik dan memuaskan.

Rabu, 05 April 2017

DIVERSITAS SOSIOKUTURAL

DIVERSITAS SOSIOKUTURAL
KULTUR DAN ETNIS
Kultur adalah pola perilaku,keyakinan dan semua produk dari kelompok orang tertentu yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Studi lintas-kultural menyediakan perbandingan , informasi tentang seberapa jauh orang itu sama dan seberapa jauh perilaku tertentu adalah perilaku khusus dari suatu kultur. Individualisme adalah seperangkat nilai yang mengutamakan tujuan personal di atas tujuan kelompok. Nilai-nilai individualis mencakup perasaan senang, keunukan personal dan independensi atau kemandirian. Kolektivisme adalah seperangkat nilai yang mendukung kelompok.
Status sosioekonomi adalah kelompok orang berdasarkan karakteristik ekonomi , individual dan pekerjaannya.
Etnis berasal dari kata Yunani yang berarti bangsa. Etnisitas adalah pola umum karakteristi seperti warisan kultural,nasionalitas , ras , agama dan bahasa. Ras didiskreditkan sebagai konsep biologis , adalah klasifikasi orang atau makhluk hidup lainnya berdasarkan karakteristik psikologis tertentu.
Prasangka adalah sikap negatif yang tak adil terhadap orang lain karena keanggotaan individu itu dalam satu kelompok.
Diversitas dan perbedaan. Pengalaman historis,ekonomi dan sosial telah melahirkan prasangka dan perbedaan antar kelompok etnis. Individu yang tinggal dalam kelompok etnis atau kultural tertentu menyesuaikan diri dengan nilai, sikap, dan tekanan dari kultur tersebut.

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Pendidikan Multikultural adalah pendidikan yang menghargai perbedaan dan mewadahi beragam perspektif dari berbagai kelompok kultural.Tujuan penting dari pemerataan kesempatan bagi semua murid. Ini termasuk mempersempit gap dalam prestasi akademik antara murid kelompok utama dengan kelompok minoritas.
Memberdayakan Murid. Istilah pemberdayaan berarti memberi orang kemampuan intelektual dan keterampilan memecahkan masalah agar berhasil dan menciptakan dunia yang lebih adil. Pendidikan multicultural dititikberatkan pada usaha memberdayakan murid dan memperbaiki representasi kelompok minoritas dan kultural dalam kurikulum dan buku ajae. Pemberdayaan masih menjadi tema penting dalam pendidikan multicultural sekarang ini.
Pengajaran yang Relevan Secara Kultural adalah aspek penti ng dari pendidikan multicultural. Pengajaran ini dimaksudkan untuk menjalin hubungn dengan latar belakang kultural dari pengajar,
Pendidikan yang berpusat pada isu juga merupakan aspek penting dari pendidikan multicultural. Murid diajari secara sistematis untuk mengkaji isu-isu yang berkaitan dengan kesetaraan dan keadilan sosial. Pendidikan ini tak hanya mengklarifikasi nilai, tetapi juga mengkaji alternative dan konsekuensi dari pandangan tertentu yang dianut murid.
Meningkatkan hubungan di antara anak dari kelompok etnis yang berbeda-beda. Ada sejumlah stratregi dan program untuk meningkatkan hubungan antar-anak dari kelompok etnis yang berbeda-beda.
Aronson mengembangkan konsep kelas jigsaw. Murid dari berbagai latar belakang kultural yang berbeda diminta bekerja sama untuk mengerjakan beberapa bagian yang berbeda dari suatu tugas untuk meraih tujuan yang sama.Aronson memakai istilah jigsaw karena dia menganggap teknik ini sama seperti menyuruh sekelompok anak untuk bekerja sama menempatkan kepingan yang berbeda untuk melengkapi teka-tek permainan jigsaw.
Kontak personal dengan orang lain dari latar belakang kultural yang berbeda. Kontak ini sendiri tidak selalu berhasil meningatkan hubungan. Misalnya , memasukkan anak minoritas ke bis sekolah yang didominasi kulit putih, atau sebaliknya , tidak selalu bisa mengurngi prasangka atau memperbaiki hubungan antar-etnis.
Pengambilan Perspektif. Latihan dan aktivitas yang membantu murid melihat perspektif orang lain murid-murid belajar perilaku tertentu yang tepat dari dua kelompok kultural yang berbeda. Kemudian, kedua kelompok itu berinteraksi satu sama lain sesuai dengan perilaku tersebut. Hasilnya , mereka merasakan kegelisahan sekaligus pemahaman. Latihan ini di desain untuk membantu murid memahami gegar budaya yang muncul akibat dari berada setting kultural dimana orang berperilaku dengan cara yang berbeda dengan yang biasa dilakukan murid.
Pemikiran Kritis dan Inteligensi Emosional. Murid yang belajar berpikir secara mendalam dan kritis tentang relasi antar etnis kemungkinan akan berkurang prasangkanya dan tak lagi menstereotipkan orang lain. Murid yang berpikir dangkal sering kali lebih banyak berprasangka. Akan tetapi, Jika murid belajar mengajukan pertanyaan, memikirkan dahulu isunya ketimbang jawabannya, dan menunda dahulu penilaian sampai informasi yang lengkap sudah tersedia, maka prasangkanya akan berkurang. Inteligensi emosional bermanfaat bagi hubungan antar-etnis. Keerdasan emosional berarti punya kesadaran diri tentang emosi, mengelola emosi , membaca emosi dan menangani hubungan.

GENDER
Gender adalah dimensi sosiokultural dan psikologis dari pria dan wanita. Istilah gender dibedakan dari istilah jenis kelamin(seks). Seks berhubungan dengan dimensi biologis dari pria dan wanita.Peran gender adalah ekspektasi sosial yang merumuskan bagaimana pria dan wanita harus berpikir,merasa dan berbuat.
Pandangan Terhadap Perkembangan Gender. Ada beragam cara untuk memandang perkembangan gender.
1.      Pandangan Bilogis.
Pasangan kromosom ke 23 dalam diri manusia (kromosom jenis kelamin) merupakan penentu apakah fetus(janin) itu akan menjadi wanita(xx) atau pria(xy). Tak ada yang menyangksl adanya perbedaan genetik, biokimia dan anatomi antar jenis kelamin. Bahkan pakar gender yang mengsnutbpandangsn environmental juga mengakui bahwa gadis dan jejaka diperlukan secara berbeda karena perbedaan fisik dsn peran mereka dalam proses reproduksi.

2.      Pandangan sosialisasi
Baik itu teori psikoanalitik maupun kognitif sosial mendeskripsian pengalaman sosial yang memengaruhi perkembangan gender anak.
Teori psikoanalitik gender berasal dari Sigmund freud bahwa anak anak prasekolah mengembangkan ketertarikan seksual kepada orang tuanya yang berjenis kelamin berbeda dengan dirinya.
Teori kognitif sosial gender merupakan teori yang menkankan bahwa perkembangan gender anak terjadi melalui pengamatan dan peniruan perilaku gender dan melalui penguatan dan hukuman terhadap perilaku gender.

3.      Pandangan Kognitif
Teori perkembangan kognitif gender adalah teori Kohlberg yang menyatakan bahwa anak mengadopsi suatu gender setelah mereka mengembangkan konsep gender
Teori Skema gender adalah teori bahwa perhatian dan perilaku individu dituntun oleh motivsdi internal untuk menyesuaikan diri dengan standar sosiokultural berbasis gender dan stereotip gender
STEREOTIP , KESAMAAN DAN PERBEDAAN GENDER
Stereotip Gender adalah kategori luas yang merefleksikan kesan dan keyakinan tentang apa perilaku yang tepat untuk pria dan wanita.Misalnya , kategori “Maskulin” dan “feminine”. Perilaku yang berbeda dapat dikaitkan pada masing-masing kategori seperti berkelahi dan memelihara jenggot untuk maskulin dan main boneka dan mengenakan lipstick untuk feminine.
Sexisme adalah prasangka diskriminasi terhadap individu karena jenis kelamin seseorang.
Kesamaan dan Perbedaan Gender Dlam Domain yang Relevan Secara Akademis.
1.      Penampilan fisik
2.      Keahlian matematika dan sains
3.      Kemampuan verbal
4.      Pencapaian pendidikan
5.      Keahlian hubungan
6.      Agresi dan regulasi diri
7.      Kontroversi gender

PSIKOLOGI PENDIDIKAN : PERANGKAT UNTUK MENGAJAR YANG EFEKTIF


PSIKOLOGI PENDIDIKAN : PERANGKAT UNTUK MENGAJAR YANG EFEKTIF


Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pad acara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
LATAR BELAKANG HISTORIS
1.      William James
James mengatakan bahwa eksperimen psikologi di laboratorium sering kali tidak bisa menjelaskan kepada kita bagaimana cara mengajar anak secara efektif. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tingi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.
2.      John Dewey
Dewey membangun laboratorium pendidikan pertama di AS. Ada beberapa pandangan penting dari Dewey. Pertama , anak sebagai pembelajar aktif (Active Learner). Kedua , pendidkan seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beadaptasi dengan lingkungannya. Anak-anak seharusnya tidak hanya mendapat pelajaran akademik saja , tetapi harus diajari cara untuk beradaptasi dengan dunia luar di sekolah. Ketiga, semua anak berhak mendapat pendidikan yang selayaknya.
3.      E.L. Thorndike
Tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak. Psikologi pendidikan harus punya basis ilmiah dan harus berfokus pada pengukuran.

Diversitas dan Psikologi Pendidikan Awal.
Tokoh sejarah awal psikologi pendidikan kebanyakan adalah pria kulit putih , seperti James , Dewey dan Thorndike. Dua tokoh Amerika keturunan Afrika yang menonjol adalah Mamie dan Kenneth Clark. Kenneth Clark menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang menjadi presiden American Psychological Association.
Perkembangan Lebih Lanjut.
Pandangan B.F. Sknner yang didasarkan pada ide-ide Thorndike, sangat memengaruhi psikologi pendidikan pada pertengahan abad ke-20. Skinner mengembangkan konsep Programmed Learning (Pembelajaran Terprogram) yakni setelah murid melalui serangkaian langkah ia terus di dorong(reinforced) untuk mencapai tujuan dari pembelajaran.
Benjamin Bloom menciptakan taksonomi keahlian kognitif , yang mencakup pengingatan , pemahaman , synthesizing dan pengevaluasian.

CARA MENGAJAR YANG EFEKTIF
Guru harus menguasai beragam perspektif dan strattegi , dan harus bisa mengaplikasikannya secara fleksibel. Hal ini membutuhkan 2 hal utama , yaitu :
1.      pengetahuan dan keahlian professional
·         Penguasaan Materi Pelajaran
·         Strategi Pengajaran
Konstruktivisme adalah menekankan agar individu secara aktif menyusun dan membangun (to construct) pengetahuan dan pemahaman. Guru bukan sekedar memberi informasi ke pikiran anak, guru pun harus mendorong anak untuk mengeksporasi dunia mereka , menemukan pengetahuan , merenung dan berpikir secara kritis.
·         Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional
·         Keahlian Manajemen Kelas
·         Keahlian Motivasional
·         Keahlian Komunikasi
·         Bekerja Secara Efektif dengan Murid dari Latar Belakang Kultural yang berlainan
·         Keahlian teknologi

2.      Komitmen dan Motivasi
Menjadi guru yang efektif juga membutuhkan komitmen dan motivasi. Aspek ini mencakup sikap yang baik dan perhatian kepada murid.

RISET DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Riset bisa menjadi sumber informasi berharga untuk memahami strategi mengajar. Kadang-kadang dikatakan bahwa pengalaman adalah guru yang penting. Akan tetapi , selain itu, riset yang memberikan informasi yang valid tentang cara terbaik untuk mengajar bisa membuat anda menjadi guru yang lebih baik.
Pendekatan Riset Ilmiah
Riset ilmiah adalah riset objektif , sistematis dan dapat diuji. Riset ilmiah dilandaskan pada metode ilmiah , sebuah pendekatan yang dapat dipakai untuk menemukan informasi yang akurat.
Teori adalah seperangkat ide yang saling berkaitan dan koheren , berfungsi untuk menjelaskan dan membuat prediksi.Hipotesis yakni asumsi dan prediksi spesifik yang dapat diuji untuk mengetahui apakah teori itu benar atau tidak.
Metode Riset
Riset deskriptif. Bertujuan mengamati dan mencatat perilaku.
Observasi. Observasi ilmiah dilakukan dengan cara yang sistematis. Obserasi ini membutuhkan pengetahuan tentang apa yang anda amati, melakukan observasi dengan cara yang tidak melakukan bias , mencatat dan mengelompokkan apa yang anda lihat secara akurat dan menyampaikan hasil observasi anda secara efektif.
Laboratorium adalah setnf terkontrol sebagai tempat memuat berbagai faktor dari dunia nyata.
Dalam observasi alamiah (naturalistic) , perilaku diamati dalam dunia riil.
Observasi Partisipan adalah Observasi dimana penelitian ikut terlibat aktif sebagai partisipan dalam aktivitas atau setting.
Tes Standar adalah tes dengan prosedur dan administrasi dan penilaian yang seragam. Tes ini menilai kinerja murid di domain yang berbeda-beda dan bisa membandingkan kinerja murid dengan murid lainnya yang berusia sama atau tingkat yang sama di tingkat nasional.
Studi Kasus adalah Kajian mendalam terhadap seorang indivdu.
Studi Etnografik adalah Deskripsi mendalam dan interpretasi atas perilaku dalam suatu etnis atau kelompok kultural yang melatkan keterlibatan langsung drngan partisipan
Riset Koresional bertujuan mendeskripsikan kekuatan hubungan antara dua atau lebih kejadian atau karakteristik.
Dengan Riset Eksperimental , ahli Psikologi Pendidikan bisa menentukan sebab-sebab perilaku. Ahli mencari sebab tersebut dengan melakukan eksperimen. Eksperimen menggunakan paling tidak satu Variabel Independen (bebas) dan satu Variabel Dependenv(tergantung).
Variabel Independen adalah faktor manipulasi , yang berpengaruh,faktor eksperimental.
Variabel Dependen adalah faktor yang diukur dalam sebuah eksperimen.
Kelompok Eksperimental adalah sebuah kelompok yang pengalamannya dimanipulasi dalam suatu eksperimen
Kelompok Kontrol adala Kelompok pembanding yang diperlakukan seperti kelompok eksperimental , kecuali dalam hal faktor yang dimanipulasi.
Penatapan Acak adalah peneliti menentukan partisipan masuk ke kelompok eksperimental dan kelompok control secara acak. Praktik ini bisa mengurangi kemungkinan hasil eksperimen akan dipengaruhi oleh perbedaan yang sudah ada di antara kedua kelompok.
Riset Cross-Sectional adalah riset dimana data dikumpulkan dalam satu waktu.
Riset Longitudinal adalah riset dimana individu yang sama dipelajari selama kurun waktu tertentu, biasanya beberapa tahun atau lebih
Riset Evaluasi Program adalah riset yang didesain untuk membuat keputusan tentang efektivitas program tertentu.
Riset aksi adalah riset yang dipakai untuk memecahkan problem sekolah atau kelas tertentu, meningkatkan pengajaran dan strategi pendidikan lainnya , atau untuk membuat keputusan di level tertentu.

PERENCANAAN , INSTRUKSI DAN TEKNOLOGI

PERENCANAAN , INSTRUKSI DAN TEKNOLOGI

Sering dikatakan jika orang gagal membuat rencana, maka dia merencanakan kegagalan. Banyak orang sukses menghubungkan prestasi mereka dengan perencanaan yang efektif. Pembahasan di bab ini akan mendeskripsikan apa itu perencanaan instruksional dan kerangka waktu dari perencanaan. 



Perencanaan instruksional

perencanaan adalah aspek penting untuk menjadi guru kompeten (parkay & mass, 2000). Perencanaa instruksional adalah pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untuk merencanakan pelajaran. Guru sering menentukan seperti apa dan bagaimana mereka mengajar. Banyak kepala sekolah dan pengawasan sekolah meminta guru untuk menulis rencana tertulis dalam beberapa kasus anda mungkin diminta untuk menyerahkan rencana pelajaran anda seminggu sebelum anda mengajar

kerangka waktu
menyusun rencana waktu sistematis membutuhkan  pengetahuan tentang apa-apa yang perlu dilakukan dan kapan melakukannya, atau perlu fokus oada “tugas” dan “waktu”. Berikut ini salah satu contoh rencana dan tugas (douglas & douglas, 1993).
apa yang perlu dilakukan 
1. Menentukan tujuan instruksional (apa yang harus saya capai?)
2. Merencanakan kegiatan (apa yang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan ?)
3. Menentukan prioritas (tugas mana yang lebih penting ?)
waktu melakukannya
4. Membuat estimasi waktu (berepa lama waktu yang dibutuhkan setiap kegiatan ?)
5. Membuat jadwal (kapan kegiatan akan dilakukan ?)
6. Fleksibel (bagaimana saya akan menangai situasi yang tak terduga ?)

PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN TEACHER-CENTERED
Biasanya, fokus di sekolah adalah pada perencanaan dan instruksi guru. Dalam pendekatan ini, prencanaan dan instruksi disusun dengan ketat dan guru mengarahkan pembelajaran murid



Perencanaan pelajaran Teacher-Centered
Tiga alat umu di sekolah berguna dalam perencanaan Teacher-Centered  adalah menciptakan sasaran behavioral(perilaku), menganalisa tugas, dan menyusun taksonomi instruktural


Mencipatakan Sasaran Behavioral. Sasaran Behavioral adalah pernyataan tentang perubahan yang diharapkan oleh guru akan terjadi dalam kinerja murid. Menurut Robert Mager(1962). Sasaran behavioral harus spesifik. Mager percaya bahwa sasaran behavioral harus mengandung 3 bagian:

1. Perilaku murid. Fokus pada apa yang akan dipelajari atau di lakukan murid.
2. Kondisi di mana perilaku terjadi. Menyatakan bagaimana perilaku akan dievaluasi atau dites.
3. Kriteria kinerja. Menentukan level kinerja yang dapat diterima.

Belakangan ini, sekelompok psikolog pendidikan memperbarui pengetahuan bloom dan dimensi proses kogntifnya berdasarkan teori dan temuan terbaru(Anderson & Krathwol, 2001). Dalam update ini, dimensi pengetahuan mengandung 4 kategori, yang bereda di kontinum dari konkret(faktual) sampai abstrak(metakognisi).
·         Faktual. Elemen dasar harus diketahui murid agar bisa menguasai suatu disiplin ilmu dan memecahkan problem didalamnya (kosakata teknis, sumber informasi).
·         Konseptual. Kesalinghubungan antar-elemen dasar di dalam struktur yang lebih besar yang membuatnya bisa berfungsi bersama (periode waktu geologis, bentuk kepemilikan bisnis)
·         Prosedural. Bagaimana melakukan sesuatu, metode penelitian, dan kriteria untuk menggunakan suatu keahlian (keahlian yang di pakai melukis dengan cat warna, teknik wawancara).
·         Metakognitif. Pengetahuan kognisi dan kesadaran akan kognisi seseorang (pengetahuan tentang penjelasan dan strategi untuk mengigat)
Dalam  update dimensi proses kognitif, enam kategori berada di dalam kontinum dari kurang kompleks (mengingat) sampai lebih kompleks (mencipta) :
·         Mengingat, mengambil pengetahuan relevan dari memori jangka panjang (mengetahui tanggal-tanggal dalam sejarah).
·         Memahami, mengonstruksikan makna dari intruksi yang mencakup mengiteprestasi, mencotohkan, mengklasifikasikan, meringkas, mengambil  kesimpulan, membandingkan dan menjelaskan.
·         Mengaplikasikan. Menggunakan suatu prosedur dalam sistuasu tertentu (menggunakan hukum fisika dalam waktu yang tepat).
·         Menganalisi, memecah materi menjadi komponen dan menentukan bagaimana bagian-bagian itu saling berhubungan satu sama lain dan bagaimana mereka berhubungan dengan keseluruhan .
·         Mengevaluasi, membuat penilaian berdasarkan kriteria dan standar tertentu .
·         Mencipta, menyatukan elemen-elemen membentuk satu kesatuan yang koheren atau fungsional, mereorganisasi elemen-elemen ke dalam pola atau struktur baru.
INSTRUKSI LANGSUNG
Instruksi langusung adalah pendakatan teacher-centered yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dan kontrol guru, ekspektasi guru yang tinggi atas kemajuan murid untuk tugas-tugas akademik dan usaha guru untuk meminimalkan pengaruh negatif terhadap murid.
STRATEGI INSTRUKSIONAL TEACHER-CENTERED
Banyak strategi teacher-centered merefleksikan instruksi langsung. Disini kita akan berbicara tentang mengorientasikan murid pada materi baru; mengajar, menjelaskan dan mendemonstrasikan; menanyakan dan diskusi; tugas kelas, dan pekerjaan rumah.
Mengorientasikan. Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, kerangka pelajaran dan orientasikan murid ke materi tersebut
1.       Review aktifitas sehari sebelumnya
2.       Diskusikan sasaran pelajaran
3.       Beri instruksi yang jelas dan eksplisit tentang tugas yang harus dilakukan
4.       Beri ulasan atas pelajaran untuk hari ini
Orientasi dan strukturisasi pada pelajaran itu memengaruhi perbaikan prestadi murid.
Advance organizer adalah aktivitas dan teknik pengarajaran dengan membuat kerangka pelajaran dan mengorientasikan murid pada materi itu diajarankan.
Expository advance organizer adalah pengetahuan baru yang di berikan kepada murid yang akan mengorientasikan mereka ke pelajaran yang akan datang.
Comparative advance organizer adalah memperkenalkan materi baru dengan mengaitkannya dengan apa yang sudah diketahui murid
Pengajaran, penjelasan dan demonstrasi. Pengajaran paparan/ceramah , penjelasan dan demonstrasi adalah aktivitas yang biasa dilaukan guru dalam pendekatan instruksi langsung.
Pertanyaan dan diskusi. Diskusi dan pertanyaan perlu diintegrasikan ke dalam pendekatan instruksi teacher-centered
Mastery learnig. Pembelajaran satu konsep atau topik secara menyeluruh sebelum pindah konsep yang lebih sulit.
Seatwork. Seatwork (“tugas di bangku kelas”) adalah menyuruh semua murid atau sebagian murid untuk belajar sendiri-sendiri atau di bangku mereka.
Pusat pusat pembelajaran adalah alternatif yang baik selain belajar di kelas.
Pekerjaan rumah. Keputusan instruksi penting lainnya adalah seberapa banyak dan apa jenis pekerjaan rumah yang harus diberikan kepada murid
·         Perkerjaan rumah memberikan efek positif jika didistribusikan selama periode waktu tertentu,  ketimbang jika di berikan sekaligus dalam satu waktu.
·         Pekerjaan rumah berefek lebih besar pada mata pelajaran matematika, membaca dan bahasa ketimbang pada pelajaran sains (IPA) dan studi sosial (IPS).
·         Untuk murid sekolah menengah, optimalnya adalah satu atau dua jam pekerjaan rumah semalam. Murid SMA akan mendapat banyak pekerjaan rumah, tetapi tidak jelas berepa maksimum jumlah jam belajar yang seharusnya.
Pekerjaan rumah dapat menjadi alat yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran, terutama di SMP dan SMA. Namun , adalah penting untuk membuat pekerjaan rumah menjadi bermakna.

PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN LEARNED-CENTERED
Pendekatan pemrosesan informasi dan konstruktivis, yang didiskusikan di bab 2,8,9,10 dan 11 merupakan dasar teoritis untuk perencanaan dan instruksi learned-centered.
Prinsip learned-centered

instruksi dan perencanaan learner-centered adalah siswa, bukan guru. Dalam sebuah studi persepsi murid terhadap lingkungan pembelajaran yang positif dan hubungan interpersonal dengan guru merepukan faktor paling yang memperkuat motivasi dan prestasi murid.

Prinsip learner-centered yang di kembangkan oleh gugus tugas America Psychological Association(APA) dapat diklasifikasikan berdasarkan empat faktor  dan metakognitif, motivasional dan emosional, perkembangan dan sosia, dan perbedaan individual

Faktor Kognitif dan Metakognitif
1.       Sifat proses pembelajaran. Pembelajaran subjek materi yang kompleksakan sangat efektid jika dilakukan dengan melalui proses pengkonstruksian dari informasi dan pengalaman.
2.       Tujuan proses pembelajaran. Pelajar yang sukses, dengan bantuan dari doman instrusional, dapat menciptakan representasi pengetahuan yang bermakna dan koheren.
3.       Konstruksi pengetahuan. Pelajara yang sukses bisa menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan cara yang mangandung makna tertentu.
4.       Pemikiran strategis. Pelajar yang sukses dapat menciptakan dan menggunakan berbagai strategi pemikran dan penalaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
5.       Memikirkan tentang pemikiran(metakognisi). Pelajar yang sukses adalah pelajar metakognitif, mereka merenungkan cara mereka belajar dan berfikir, menentukan kemajuan mereak menuju tujuan pembelajaran yang reasonable.
6.       Konteks pembelajaran. Pembelaran tidak terjadi di ruang hampa. Pembelajaran di pengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kultur, teknologi, dan praktik instruksional
Faktor Motivasi dan Emosional
7.        Pengaruh motivasi dan emosi terhadap pembelajaran. Apa dan seberapa banyak hal-hal yang dipelajari akan mempengaruhi motivasi pelajar.
8.       Motivasi intrinsik untuk balajar. Motivasi intrinsik adalah motivasi dari diri sendiri.
9.       Efek motivasi terhadap usaha.  Usaha adalah aspek penting dari motivasi belajar.
Faktor Sosial dan Developmental
10.   Pengaruh perkembangan pada pembelajaran. Individu akan belajar dengan baik apabila pembelajarannya sesuai dengan tingkat perkembangan.
11.   Pengaruh sosial terhadarp pembelajaran. Pembelejaran di pengaruhi interaksi sosial, hubungan interpersonal, dan komunikasi adengan orang lain.
Faktor perbedaan individual
12.   Perbedaan individual dalam pembelajaran. Anak punya strategi berbeda, pendekatan berbeda, dan kemampuan berbeda untuk belajar.
13.   Pembelajaran dan diversitas. Pembelajaran akan lebih efektif jika perbedaan bahasa, kultural, dan latar belakang sosial murid ikut dipertimbangkan.
14.   Standar dan penilaian
Beberapa strategi instruksional learner-centered :
Pembelajaran berbasih problem. Menekankan pada pemecahab problem kehidupan nyata. Kurikulum berbasis problem akan memberi problem riil kepada murid,  yakni problem yang muncul dalam kehidupan sehari-hari
Pembelajaran berbasis problem adalah pendekatan learner-centered. Dalam pembelajaran berbasis problem, perencanaan dan instruksinya sangat berbeda dengan pendekatan teacher-centered.
Pertanyaan esensial. Pertanyaan esensial adalah pertanyaan yang merefleksikan inti dari kurikulum, hal yang paling penting untuk dieksplorasi dan di pelajari oleh murid
Pembelajaran penemuan. Pembelajaran penemuan (Discovery learning)

pembelajaran dimana murid menyusun pemahaman sendiri. Pembelajaran penemuan berbeda dengan pendekatan instruksi langsung, dimana guru menjelaskan secara langsung informasi kepada murid. Dalam pembelajaran penemuan , murid harus mencari tahu sendiri. Pembelajaran penemuan ini berhubungan dengan setiap kali anda memberi tahu murid maka murid tidak belajar.

Penemuan dengan bimbingan (guided discovery) dimana murid di dorong untuk menyusun sendiri pemahamannya, tetapi juga di bantu dengan pertanyaan dan pengarahan dari guru.

TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
Teknologi adalah tema penting dalam pendidikan sehingga selalu dibahas dalam setiap buku setiap buku ini. Di setiap bab anada akan membaca kotak teknologi dan pendidikan yang berhubungan dengan dengan isi bab
Revolusi Teknologi
Murid-murid dewasa ini tumbuh di dunia yang jauh berbeda dengan di mana ketika orang tua dan kakek mereka masih menjadi murid.  Jika murid ingin siap kerja, teknologi harus jadi bagian integral dari setiap sekolah dan pelajaran di kelas.
Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi dimana kita hidup orang menggunakan komputer, bolpoin, surat dan telepon untuk berkomunikasi.
Internet 

internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat di akses murid

World wide web (web) adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi internet; materi ini mencakup teks dan gambar web memberi struktur yang dibutuhkan internet.
Website adalah lokasi individu atau organisasi di internet. Website menampilkan informasi yang dimasukan individu atau organisasi
Email adalah singkatan dari electronic-mail dan merupakan bagian penting lain dari internet. Pesan dapat diterima dan dikirim dari individu atau dari banyak individu
Teknologi dan Diversitas sosiokultural
Komputer sering di pakai untuk aktivitas  yang berbeda dikelompok sosiokultural yang berbeda. Sebaliknya, sekolah yang mempunyai lebih aktivitas pembelajaran yang lebih aktif dan konstruktif. Anak lelaki lebih mungkin menggunakan komputer untuk aplikasi matematika dan sains, sedangkan anak perempuan untuk penemuan dan penulisan
Berikut ini beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam akses dan penggunaan komputer
·         Saring materi teknologi untuk menghilangkan bias gener, kultur dan etnis
·         Gunakan teknologi sebagai alat untuk menyediakan  kesempatan pembelajaran yang aktif dan konstruktif untuk semua murid dan semua latar belakang gender, kultur dan etnis.
·         Beri murid informasi tentang pakar dan latar belakang gender dan etnis yang berbeda yang menggunakan teknologi secara efektif di dalam kehidupan dan karier mereka.
·         Bicaralah dengan orang tua tentang pemberian aktivitas belajar berbasis komputer dirumah.
Standar untuk Murid yang “Melek Teknologi”
International society for technology in education(2000) berkerja sama dengan US Department of Education, telah mengembangkan standar untuk anak yang mencapai level grade yang berbeda. Berikut ini adalah ringkasan untuk grade pra-taman kanak-kanak sampai grade 2, 3 sampai 5, 6 sampai 8, dan grade 9 sampai 12.
Pra-teman kanak-kanak sampai grade 2
·         Gunakan alat input dan output
·         Guanakan variasi media dan teknologi untuk mengarahkan aktivitas pembelajaran yang independen
·         Gunakan sumber multimedia yang pas
·         Gunakan sumber daya teknologi
·         Tunjukan perilaku etis dan sosial positif saat menggunakan teknologi
Grade 3 sampai 5
·         Gunakan keyboard dan alat input dan output secara efektif
·         Diskusikan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan keuntungan dan kerugian penggunaan itu
·         Gunakan alat teknologi untuk kegiatan menulis dan berkomuniakasi
·         Gunakan teknologi secara efektif untuk mengakses informasi di tempat yang jauh, berkomunikasi dengan orang lain, dan mencari informasi yang menarik secara personal.
·         Gunakan telekomunikasi dan sumber daya online  untuk berpartisipasi dalam proyek pembelajaran bersama
·         Gunakan sumber daya teknologi untuk pemecahan masalah dan pembelajaran mandiri
Grade  6 sampai 8
·         Aplikasikan strategi untuk mengidentifikasi dan memecahkan problem ware dan software yang muncul dalam penggunaan sehari-hari
·         Tunjukan pengetahuan tentang perbuban dalam teknologi informasi dan efeknya terhadap lapangan kerja dan masyarakat.
·         Gunakan alat spesifik, software, dan simulasi untuk mendukung pembelajaran dan riset
·         Desain, kembangkan, publikasikan, dan paparkan produk
·         Teliti dan evaluasi akurasi, relevansi, dan bias dari sumber informasi elektronik yang berkaitan dengan problem dunia nyata.
 Grade 9 sampai 12
·         Identifikasi kapabilitsa dan keterbatasan dari teknologi kontemporer dan nilailah potensi sistem dan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan personal dan pekerjaan
·         Gunakan sumber daya teknologi untuk mengelola dan mengkomunikasikan informasi personal dan profesional
·         Gunakan sumber daya online untuk memenuhi kebutuhan riset, publikasi, komunikasi, dan produktivitas
·         Pilih dan aplikasikan alat teknologi untuk riset, analisis informasi dan pemecahan problem dan pembelajaran materi.